Pages

Jumat, 07 Desember 2012

VI Editor


Text editor di linux memegang peranan penting dalam konfigurasi sistem dan jaringan. Tidak mengherankan bahwa dalam suatu distribusi - seperti Redhat misalnya- bertebaran yang disebut text editor. Contoh selain vi [ Pico, Kedit, Joe dll ]. Vi Editor bisa sikatakan standart yang terdapat di semuas distro bahkan unix atau freeBSD. Untuk itu, dalam suatu training Linux yang diajarkan adalah Vi.
Perintah
Fungsi
vi nama_file_lama
Memanggil file yang ada (berisi text)
vi nama_file_baru
Membuat file baru (dalam keadaan kosong
vi +n nama_file_lama
Memanggil file lama dan langsung berada di baris ke n
Modus Command
Esc
Perintah masuk ke modus command
i atau a
perintah menyisipkan text (input text)
Berpindah Layar / Cursor
Ctrl + u
Naik setengah layar
Ctrl + d
Turun setengah layar
Ctrl + f
Turun satu layar
Ctrl + b
Naik satu layar
w
Pindah ke awal kata selanjutnya
o
Menyisipkan 1 baris ke bawah
$
Menuju karakter terakhir pada suatu baris
0 [nol]
Menuju karakter awal pada suatu baris
b
Pindah ke awal sebelumnya
nG
Menuju baris ke n secara langsung. Misal 100G
Delete / Menghapus Karakter
X
Berfungsi seperti backspace
x
Berfungsi seperti delete
nX
Menghapus text sebanyak n ke kiri
nx
Menghapus text sebanyak n ke kanan
ndw
Menghapus n kata ke sebelah kanan. co: 5dw
ndd
Menghapus n baris. co: 7dd
Undo / Cancel
2u
membatalkan 2 perintah sebelumnya
u
Membatalkan perintah yang telah di input
Exit & SAVE File
:w
Menyimpan file
:w nama_file.txt
Menyimpan dengan nama file baru
:wq
Menyimpan file lalu keluar dari vi editor
:q
Keluar dari vi editor
:q!
Keluar dari vi editor dan mengabaikan perubahan
Copy Cut dan Paste
nyy
Menyalin n baris pada posisi kursor ke posisi baru
nyw
Menyalin n kata pada posisi kursor ke posisi baru
Shift + P
Paste
Pencarian Karakter
/string +enter
Pencarian string dengan maju (dari awal)
?string +enter
Pencarian string dengan mundur (dari akhir)

Proses Booting



Apa saja yang dilakukan OS pada saat proses booting

Penulis menggunakan Centos
Pada kesempatan ini saya akan memberitahu beberapa proses yang terjadi pada saat Linux booting di awal komputer dinyalakan. Meski tidak detail tapi cukup untuk diketahui , sebenarnya proses apa saja yang terjadi.
Urutan Prosesnya:
  1. BIOS Loading : Disini program BIOS akan melakukan proses deteksi untuk hardware utama seperti Mainboard, Processor, Memory, Hardisk.
  2. Uncompress Kernel : Proses dimana kernel akan di buka atau uncompress agar program-program yang ada di kernel bisa di jalankan.
  3. Hardware Detect : Semua Hardware yang terhubung ke komputer akan di lakukan proses deteksi atau pengenalan sebelum dapat digunakan. Jika ada hardware yang tidak dikenali oleh system maka hardware tersbut tidak akan berfungsi sebagaimana semestinya.
  4. Mounting Partisi : Melakukan mounting media penyimpanan. Untuk file configurasinya dapat di akses di /etc/fstab. Gunakan editor Vi untuk melakukan perubahan. 
  5. Menjalankan Init : Untuk Distro Centos secara default akan di setting pada init 5 yaitu mode grafis. File configurasinya dapat di akses di /etc/inittab. Standar nya Distro Linux, init ada 7 yang di mulai dengan 0 - 6. Gunakan Vi /etc/inittab untuk melihat fungsi dari masing-masing init. Karena tiap distro tidak semua init nya memiliki fungsi yang sama. Tapi untuk init 0 dan init 6 sebagian besar distro memiliki kesamaan fungsi.

Rabu, 05 Desember 2012

Tutorial 1


1. Mounting file *.iso di linux

penulis menggunakan ubuntu


A. Membuat folder untuk file *.iso yang akan di mount

perintahnya:

1. login sebagai root
2. membuat directory baru ketik
a. mkdir /media/nama_folder
b. cara melihat directory yank telah kita buat.ketikan perintah
- ls/media/nama_folder

B. Lokasi penyimpanan sebaiknya di /media atau /mnt.
perintahnya :
3. Melakukan proses mounting

perintahnya:

a. mount -o loop *.iso /media/nama_folder

b. perintah untuk melihat mounting
- ls /media/nama_folder

4.Untuk proses unmounting

perintahnya:
a. umount /media/nama_folder

2. Compress file
  • tar -> membungkus 1 folder menjadi 1 file
  • gzip -> meng-kompres ukuran suatu file menjadi menjadi lebih kecil
  • gunzip -> meng-unkompres file archive
A. Format perintah dari tar ialah:
  - tar -cvf nama_file.tar direktori_tujuan

 - tar -xvf direktori_tujuan
    
note:
  • option -> c ( merubah folder yang berisi file-file menjadi satu file archive )
  • option -> x ( )
B. Format perintah dari gzip ialah:
  gzip nama_file

 gunzip nama_file
 
C. Format perintah dari bzip ialah:
  bzip2 nama_file

 bunzip2 nama_file
 
D. Cara menambahkan file/direktori ke file archive(*.tar)
  tar -rvf nama_file.tar nama_file/directori
 
note:
  • option -> r ( untuk menambah file/direktory ke bagian akhir dari file archive )
E. Cara melihat isi file archive(*.tar)
  tar -tvf nama_file.tar
 
note:
  • option -> t ( untuk melihat isi dari file archive tanpa harus meng-extract terlebih dahulu )

Instal Paket Via Command yum Menggunakan DVD / CD sebagai Repo

CentOS Linux hadir dengan CentOS-Media.repo yang digunakan untuk me-mount lokasi default untuk / CDROM DVD pada CentOS-5. Anda dapat menggunakan repo dan yum untuk menginstal item langsung dari ISO DVD yang dirilis. 

Buka file / etc / yum.repos.d / CentOS-Media.repo file, masukkan:
# vi /etc/yum.repos.d/CentOS-Media.repoPastikan enabled diset ke 1:
enabled=1Simpan dan tutup file tersebut. Untuk menggunakan repo menempatkan DVD Anda dan bersama dengan repos lainnya, masukkan:
# yum --enablerepo=c5-media install package-nameUntuk hanya menggunakan repo DVDmedia, lakukan ini:
# yum --disablerepo=\* --enablerepo=c5-media install package-nameATAU menggunakan perintah groupinstall:
# yum --disablerepo=\* --enablerepo=c5-media groupinstall 'Virtualization'

Senin, 03 Desember 2012

BSOD (Blue Screen Of Death) 0x0000007B


Screen Error 0x0000007B adalah salah satu kesalahan paling umum di OS Jendela (Windows) dan sumbernya bisa terjadi pada hardware yang buruk, driver outdated, registri yang rusak atau virus. Biasanya Stop Error disertai dengan layar monitor berubah menjadi biru yang berisikan informasi dari kerusakan.




Penyebab Kesalahan BSOD 0x07B  umumnya, bisa dipicu oleh faktor-faktor berikut:

  1. Driver usang atau rusak - Sebuah driver perangkat buruk diinstal atau ketinggalan jaman.
  2. File System Korupsi - Program A atau virus rusak file sistem windows.
  3. Hardware malfungsi - Hardware baru mungkin tidak kompatibel dengan yang ada atau hanya berhenti bekerja dari alasan lain.
  4. Korupsi Registry - Sebuah virus atau program menimpa kunci registri atau dihapus.
  5. Virus - File yang diperlukan Windows untuk berfungsi dengan baik. telah dihapus oleh Virus (ditimpa atau diubah). 


Kemarin di salah satu PC kelas ada yang terkena 0x07b, tindakan saya:

  1. Restore ulang OS tersebut (kebetulan windows) dengan Norton Ghost dengan hasil tetap BSOD.
  2. Cek RAM dengan mengganti yg lain (berfungsi baik) di CPU yg BSOD, alhasil tetap :-)
  3. Ganti Power Supply pun ternyata tetap BSOD

Dalam kejadian saya, ternyata ada yang merubah setingan Harddisk di BIOS ke mode IDE. Itu dikarenakan saya membuat (instal) awal dengan setingan Harddisk ke mode AHCI.

Penyelesain: Ubah kembali setingan Harddisk ke mode AHCI.

Mudah-mudahan bermamfaat